Teruntuk Ananda, Sang Pejuang Akhir Zaman
01.38.00
Sayang… kini, menemukan kawan dalam taqwa, memang tak semudah menemukan kawan dalam tawa. Bunda berharap, kau tak membiarkan semua itu menjadi sebab untuk mundur teratur dan menyerah dari merangkai kehidupan yang membahagiakan-Nya.
Jikapun ketaatan itu membuat dirimu ditinggalkan dan sendiri tanpa kawan, sejenak, pulanglah sayang. Rehatlah, dan tenanglah dalam dekapan bunda. Semoga, semua itu akan cukup membantu menyalakan kembali api semangatmu yang mungkin sempat goyah, bahkan… hampir padam. Sebab semenjak jauh-jauh hari, bahkan sebelum bunda menyambut kelahiranmu sebahagia ini, bunda telah menyiapkan semuanya untukmu dengan penuh semangat dan senang hati.
Termasuk… bersiap untuk menjadi kawan setiamu dalam perjalanan membahagiakan-Nya.
Kini, keberadaan bunda disini mungkin akan sedikit meredakan rasa sepi, dan seluruh ketakutan-ketakutanmu. Meskipun kini kau semakin beranjak dewasa, terpisahkan demi cita-cita, hingga harus berpayah-payah memangkas jarak hanya untuk sedikit mengobati rindu. Namun kelak, jika kau pulang dan tak kau dapati bundamu ini disisi, usah takut sayang… Sebab saat itu, telah tiba waktunya, ketika ketaatanmu sendirilah yang akan menjadi penyelamatmu. Baik kini, ataupun di hari-hari abadi setelah terbuktinya satu kepastian bernama mati.
Maka, iman dan taqwa itu, tetap jaga ya, sayang. Kelak, temui Allah dan jangan lupa bawa serta. Semoga dengan itu, pelukan bunda yang telah sekian lama kau rindu, kan kau temui kembali di tempat terbaik yang selama ini dicita-citakan seluruh penduduk semesta. Biar kita nikmati segala keindahannya, sekaligus melepas segala lelah dengan selesa. Hingga terbayar sudah segala perih dan luka di dunia. Bersama bidadari kecil… kecintaan ayah ibunda.
Maka kini, dengarlah sayang… meski katanya taat di zaman sekelam ini terasa bagai ‘menggenggam bara api’, setelah membayangkan semua itu, bukankah luka-luka kita takkan terasa seperih itu lagi?”
Adinda Anindya | Bandung, 6 November 2015
Teruntuk para ayah dan bunda, kawan sejati para ananda tercinta dalam membangun hidup yang membahagiakan-Nya, dan bermanfaat bagi dunia. Selamat menjadi orang tua. :)

0 komentar