Ayah, Bunda, Mari Mendidik Aqidah dan Ibadah Sang Buah Hati

09.05.00

Ayah, Bunda, Mari Mendidik Aqidah dan Ibadah Sang Buah Hati
Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka" [ Qs. At Tahrim: 6 ]
Perintah indah yang termaktub dalam Kalamullah, adalah ketika orang tua bertanggung jawab dalam mendidik keturunan, sehingga dapat menghantarkannya ke surga. Ayah, Bunda, betapa hebat dirimu hingga Allah SWT mempercayaimu untuk mendidik dan membesarkan anak. Tak semua pasangan suami istri diberi kepercayaan untuk dapat memiliki keturunan.
Ayah, Bunda, kau tahu, kala membuat kue, tentu membutuhkan banyak ilmu dan cara yang harus dipelajari, terlebih perihal dalam mendidik anak. Anak yang kelak menjadi anak sholeh dan sholehah, akan menjadi jalan kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi orang tua, karena Rasulullah bersabda, "Jika Anak Adam mati, terputusllah semua amalannya kecuali 3 hal; sedekah jariah, Ilmu yang bermanfaat dan do'a anak sholih yang mendo'akannya"
Anak yang sholeh dan sholehah adalah anak yang dapat taat kepada Rabbnya. Menjalani perintah dan larangan-Nya. Anak yang sholeh dan sholehah adalah anak yang memiliki akhlak yang indah dan ibadah yang maksimal kuantitas dan kualitasnya. Anak, bagaikan kertas putih, yang siap dicetak dan dibentuk oleh kedua orang tua. Orang tua, harus menanamkan aqidah atau keyakinan haq bahwa Allah SWT sebagai Dzat yang satu-satunya disembah, dan ibadah yang benar, tahap demi tahap sesuai tuntunan Nabi SAW.
Seperti yang disampaika Ummu Ghumaisa dalam sebuah tulisan, bahwa dalam menanamkan aqidah kepada anak, terdapat lima langkah yang dapat dilakukan ayah dan bunda, diantaranya :
1.              Mentalqin anak mengucapkan kalimat Tauhid
2. Menanamkan kecintaan pada Allah Swt
3. Menanamkan cinta pada Rasul, keluarga dan para sahabat
4. Mengajarkan Al Quran pada anak
5. Mendidik dengan teguh serta penuh pengorbanan demi keselamatan aqidah sang anak

Ayah, Bunda dapat dengan sedini mungkin mendidik aqidah dan ibadah sang buah hati, bukan hanya dengan perkataan, tapi teladan yang Ayah, Bunda berikan, karena hakikatnya, anak cenderung akan lebih patuh dan mengikuti apa yang ia lihat dan resapi, dibandingkan dengan apa yang ia dengar. Allahu’Alam

Anda Mungkin Juga Menyukai

0 komentar